http://nezha.cybermq.com/post/rss [25 Postingan terbaru Cahaya Kemuliaan - Menyinari setiap qalbu dengan kemuliaan] Copyright by CyberMQ! - All rights reserved. id http://www.cybermq.com/images/default/logo.cybermq.gif Cahaya Kemuliaan http://www.cybermq.com Manusia yang diidolakan oleh Malaikat http://nezha.cybermq.com/post/detail/10173/manusia-yang-diidolakan-oleh-malaikat- http://nezha.cybermq.com/post/detail/10173/manusia-yang-diidolakan-oleh-malaikat-#comments Tue, 02 Mar 2010 11:46:54 +0700 Nisa Al-Khansa http://nezha.cybermq.com/post/detail/10173/manusia-yang-diidolakan-oleh-malaikat- /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37) Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya [...]

Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)


Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”  (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

 

Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah

 (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda,

=====“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”  (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

 

Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

 

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)


Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”  (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”
 (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”  (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur” (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi

(Orang – orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

 

 

 

]]>
Generasi Peka Zaman http://nezha.cybermq.com/post/detail/4374/generasi-peka-zaman http://nezha.cybermq.com/post/detail/4374/generasi-peka-zaman#comments Thu, 16 Jul 2009 12:06:12 +0700 Nisa Al-Khansa http://nezha.cybermq.com/post/detail/4374/generasi-peka-zaman " Hai orang - orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan. " (QS Al-Anfal aayat 24 ). Setiap manusia pasti selalu menginginkan kehidupan yang baik, apakah itu kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat, ini dapat dilihat dari permintaan yang selalu kita ucapkan dalam doa- Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar -. Tetapi tentunya untuk meraih kebahagian hidup di dunia dan akhirat bukanlah tanpa usaha, ada syarat [...] " Hai orang - orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan. " (QS Al-Anfal aayat 24 ).
 

Setiap manusia pasti selalu menginginkan kehidupan yang baik, apakah itu kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat, ini dapat dilihat dari permintaan yang selalu kita ucapkan dalam doa- Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar -. Tetapi tentunya untuk meraih kebahagian hidup di dunia dan akhirat bukanlah tanpa usaha, ada syarat - syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat memperoleh keduanya.

Dalam QS Al Anfal: 24 Alloh memberikan salah satu jalan agar kebahagian yang ingin kita raih dapat terwujud. Dalam ayat tersebut Alloh menyeru orang beriman agar dapat menjadi manusia yang responsif  setiap kali Alloh dan Rosul-Nya memanggil. Panggilan Alloh dan Rosul-Nya tentu dapat dipahami sebagai ketentuan - ketentuan yang Alloh perintahkan melalui Rasul-Nya.
=====

Bagaiman sikap responsif yang harus kita tunjukkan agar kita termasuk ke dalam manusia yang tergolong sebagai manusia yang selalu peka dalam memenuhi setiap panggilan Alloh dan Rasul-Nya ? Paling tidak ada tiga ciri yang mungkin bisa kita jadikan sebagai acuan bahwa kita termasuk manusia yang responsif terhadap panggilan Alloh dan Rasul-Nya, yaitu :

 
1. Mampu menjawab berbagai tantangan

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda
" Siapakah diantara kalian yang bepuasa hari ini ?
Abu Bakar menjawab Saya
Rasul bertanya lagi, Siapakah diantara kalian yang mengiringi jenazah hari ini ?
Abu Bakar menjawab Saya
Siapakah yang memberi makan fakir miskin pada hari ini ?, tanya Rasulullah pula
Saya ! jawab Abu Bakar
Kemudian Rasulullah bersabda Tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali masuk surga "
( HR Muslim )
 
Ketika Rasul mengajukan pertanyaan pertama Abu bakar ternyata mampu untuk menjawabnya, begitu pula ketika pertanyaan kedua dan ketiga diajukan. Dari sini dapat dilhat ternyata Abu bakar mampu menunjukkan bahwa Ia bisa menjadi orang yang sangat responsif dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan Nabi.
Pelajaran terpenting yang bisa kita ambil adalah bahwa seorang muslim yang responsif adalah muslim yang mampu menjawab berbagai macam tantangan yang ada, dari contoh Abu bakar terlihat bahwa Abu bakar mampu menunjukkan dirinya sebagai orang yang mampu menunjukkan dirinya sebagai orang yang mampu untuk menjawab semua permasalahan yang ada.
 
Permasalahan yang ada dalam diri umat islam memang tidak sedikit, baik yang berkenaan dengan masalah internal umat islam itu sendiri atau masalah - masalah yang eksternal yang berkenaan dengan umat di luar umat islam. Tetapi justru disinilah umat islam diuji, apakah kita sebagai umat mampu merespon/peka terhadap semua permasalahan yang ada dan kemudian secara berjamaah mampu untuk keluar dari semua masalah yang ada.
 

2. Menjadi yang terdepan dalam menjawab tantangan

Dalam sebuah hadis Rosul menyebutkan bahwa beliau ditunjukkan sekelompok manusia yang bersama mereka ada 70.000 manusia yang akan masuk surga tanpa di hisab dan di azab. Ketika mendengar sabda Rosul tersebut para sahabat kemudian memperbincangkan hal tersebut. Kemudian ketika Rosululloh keluar untuk menemui para sahabat, Ukasyah bin Mihsan berdiri dan berkata : berdoalah kepada Alloh semoga aku termasuk dari kalangan mereka. Rosululloh bersabda kamu termasuk dalam golongan mereka. Kemudian berdiri seorang lelaki lain lalu berkata : Berdoalah kepada Alloh semoga aku termasuk golongan mereka, Rosululloh bersabda Ukasyah telah mendahului kamu supaya digolongkan dari kalangan mereka yang memasuki surga tanpa hisab.

 Hadis di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa jika kita ingin menjadi manusia yang peka terhadap panggilan Alloh dan Rosulnya maka kita harus selalu menunjukkan diri menjadi yang terdepan, apakah itu menyangkut masalah ibadah ataupun yang berkenaan dengan masalah sosial yang ada di masyarakat. Umat yang peka adalah umat yang selalu menjadi motor penggerak bagi orang lain, Ia selalu menjadi contoh/suri tauladan pihak lain dalam hal kebaikan.
 
3. Mencari informasi berbagai tantangan yang ada
 
Dalam surat An-Naml dikisahkan;
suatu ketika nabi Sulaiman sedang melakukan pertemuan dengan semua pasukannya, dam ketika ia mendapati burung Hud - hud ternyata tidak hadir. Ia berjanji akan mengazabnya kecuali jika burung tersebut datang dengan alasan yang jelas. Tidak lama kemudian burung Hud-hud datang dengan membawa berita bahwa ia melihat sebuah kerajaan besar bernama sabaa yang dipimpin oleh seorang wanita, akan tetapi ia mendapati bahwa ratu dan kaumnya menyembah matahari.

Dari kisah di atas dapat di ambil suatu pelajaran bahwa burung Hud-hud ternyata mempunyai kepekaan terhadap informasi yang penting, ia mendapati kenyataan bahwa masih ada negri yang melakukan kemusyrikan. Informasi penting ini kemudian oleh nabi Sulaiman dijadikan sebagai bahan untuk melakukan ekspedisi ketauhidan ke negri sabaa. Kemampuan mencari informasi adalah sesuatu yang sangat penting, ini dikarenakan opini publik banyak dikendalikan oleh kemampuan kita mengolah informasi. Jangan sampai kemudian karena kekurangan kita dalam menggarap informasi, nilai - nilai kebenaran yang selama ini diperjuangkan justru dianggap sebagai sesuatu yang bernilai salah karena pihak lain lebih pandai mengemas informasi yang harus disajikan daripada kita.
Hal kedua yang terpenting menjadikan penelusuran informasi menjadi penting adalah menghindari keburukan atau kebatilan yang terjadi di suatu wilayah yang sulit terjangkau oleh informasi. Sedapat mungkin keburukan atau kebatilan tersebut dicegah atau paling tidak diminimalisir. Inilah kemudian yang menjadi alasan mengapa nabi Sulaiman kemudian membatalkan azabnya kepada burung Hud-hud, sebab informasi yang diberikan mampu membuat nilai kemusyrikan di negri sabaa tidak berkembang lebih jauh.

 Wallahu a’lam.

-berbagai sumber-

]]>
Hidup Sehat Yuks!! http://nezha.cybermq.com/post/detail/4241/hidup-sehat-yuks http://nezha.cybermq.com/post/detail/4241/hidup-sehat-yuks#comments Mon, 13 Jul 2009 11:27:04 +0700 Nisa Al-Khansa http://nezha.cybermq.com/post/detail/4241/hidup-sehat-yuks Semua orang ingin hidup sehat karena menurut slogan pemerintah yang lagi gencar-gencarnya kampanye, SEHAT ITU GAYA HIDUP. Percuma kan punya uang banyak, punya makanan enak dan punya segalanya kalau badan sakit-sakitan. Kita jadi nggak bisa menikmatinya. Sehat itu cantik, cantik itu indah. Wah, bahagia bener kalau kita bisa tetap seperti itu. Selain enak dipandang mata, enak juga dirasakan oleh tubuh kita sendiri. Dan yang [...]                    Semua orang ingin hidup sehat karena menurut slogan pemerintah yang lagi gencar-gencarnya kampanye, SEHAT ITU GAYA HIDUP. Percuma kan punya uang banyak, punya makanan enak dan punya segalanya kalau badan sakit-sakitan. Kita jadi nggak bisa menikmatinya.


                  Sehat itu cantik, cantik itu indah. Wah, bahagia bener kalau kita bisa tetap seperti itu. Selain enak dipandang mata, enak juga dirasakan oleh tubuh kita sendiri. Dan yang terpenting, menjaga kebugaran tubuh adalah sebagian dari ibadah. Bukankah Allah lebih menyukai muslim yang kuat dan sehat daripada muslim yang lemah dan sakit-sakitan ? Dengan merawat tubuh dan kesehatan, kita berarti telah menunaikan hak tubuh yang dianugerahkan Allah pada kita. Ini adalah bentuk syukur kita pada-Nya. Berikut ada beberapa kiat menjaga kesehatan kita.

=====

  • Bangunlah sebelum subuh, itu yang dianjurkan Rasulullah. Jadikan bangun tidur sebagai awal memulai kehidupan baru, optimislah bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Setelah subuh segeralah beraktivitas, jangan tidur lagi ya !
  • Berolahraga secara teratur seusai shalat subuh, cukup dengan olahraga yang ringan, seperti lari pagi. Lakukan hal rutin agar badan menjadi segar
  • Melakukan aktivitas pekerjaan rumah seperti membantu ibu menyapu halaman, mengepel, mencuci dan berkebun akan membuat tubuh kita bugar, apalagi kalau ikhlas dan nggak sambil ngedumel
  • Selalu mengontrol emosi kita, karena marah akan menguras banyak tenaga sehingga tubuh kita cepat lelah
  • Makan makanan yang bergizi, sayuran dan buah-buahan agar tubuh kita tetap sehat. Hindarilah makanan junkfood, minuman soft drink apalagi minuman beralkohol dan rokok, karena itulah pangkal bencana buat kesehatan kita di dunia dan akhirat.
  • Selalu memakai pakaian yang bersih karena pakaian yang kotor sumber penyakit, termasuk penyakit kulit (ih, cantik cantik kok panuan …)
  • Makan secukupnya, berhentilah sebelum kenyang. Kata Rasulullah, perut kita ini ada 3 bagian yang masing-masing harus dipenuhi haknya, yakni makanan, air dan udara. Sesak nggak bisa nafas lho … kalau kamu kekenyangan
  • Biasakanlah berpuasa sunnah. Dengan puasa organ tubuh akan beristirahat dan tubuh akan melakukan regenerasi sel-sel yang rusak dan mengeluarkan cadangan lemak termasuk racun
  • Bersihkanlah hati dari sifat iri bin dengki sama orang. Sering-seringlah berlapang dada pada orang lain. Gembirakan selalu hati karena itu akan membuat kita positive thingking
  • istirahatlah yang cukup dan teratur, jangan banyak tidur tapi jangan pula kurang tidur

 

                   Tentu masih banyak lagi kiat-kiat agar kita hidup sehat, saya yakin kamu pasti lebih pintar dalam hal yang satu ini. Sering-seringlah belajar tentang ilmu kesehatan karena itu sangat bermanfaat. Kita tentu tahu, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Karenanya, kita harus pandai menjaga kesehatan kita agar tak menyesal di kemudian hari.

                     Sehat adalah nikmat. Kita kadang melalaikannya, dan baru teringat saat tubuh kita terkapar sakit. Betapa mahalnya nilai kesehatan, bahkan tak bisa dibeli dengan uang. Maka, pola hidup sehat harus senantiasa kita terapkan.


Nah semoga dengan tubuh sehat, kita juga lebih banyak ibadah dan khusyu dalam beribadah kepada Allah.

Amin.

 -berbagai sumber- 

]]>
Menghilangkan BT http://nezha.cybermq.com/post/detail/3672/menghilangkan-bt http://nezha.cybermq.com/post/detail/3672/menghilangkan-bt#comments Fri, 26 Jun 2009 10:03:47 +0700 Nisa Al-Khansa http://nezha.cybermq.com/post/detail/3672/menghilangkan-bt Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, hal ini bisa membuat kita BT atau stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada [...]              Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, hal ini bisa membuat kita BT atau stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada kita di nomor duakan, hal ini juga bisa membuat BT, hal ini gampang cara mengatasinya...

=====

  1. Sementara hilangkan semua urusan yang ada di pikiran yang sedang kacau dengan mengalihkan perhatian, hal ini dapat dilakukan dengan mengambil air wudhu.
  2. Apabila dengan wudhu tidak hilang bisa dilanjutkan dengan baca Qur�an plus artinya, walaupun hal lni dah sering kita baca tiap hari tapi apa salahnya kalo kita baca lagi pada saat kita lagi stress
  3. Kalo masih belum hilang, coba dech mandi dan siram semua tubuh biar kepala agak dingin dan seger.
  4. Tips ke tiga belum bisa juga?, nah yang ini keluar aja cari makan-makanan yang kamu sukai, seperti bakso, soto, mie ayam, telor bakar, jadah bakar, getuk lindri atau makanan yang lain, hal ini dibenarkan oleh tim dokter, karena orang lagi stres atau BT memerlukan nutrisi makanan yang banyak, jadi apa salahnya kalo kita makan yang banyak juga untuk menyeimbangi pengeluaran yang ada.
  5. Tips keempat lum mampu meredam BT? nah yang ini agak berat, coba alihkan apa aja yang mbuat kita BT dengan nyuci baju ato setrika baju, kalo baju dah disetrika semua bisa juga ngepel lantai rumah n ngrapiin rumah, nah setelah kelihatan rapi cukup membuat kita jadi fress, yang kelima ini lumayan ampuh, daripada diem seribu bahasa atau bungkam diri di kamar tidak ada gunanya lagi pula tenaga kita tidak terbuang dengan sia-sia hanya untuk memikirkan yang membuat kita BT. tul gak?!

 

Coba dech, ntar pas lagi BT bisa dipraktekkan


 

]]>
Menggapai Ridho Orang Tua http://nezha.cybermq.com/post/detail/3118/menggapai-ridho-orang-tua http://nezha.cybermq.com/post/detail/3118/menggapai-ridho-orang-tua#comments Sun, 07 Jun 2009 23:25:55 +0700 Nisa Al-Khansa http://nezha.cybermq.com/post/detail/3118/menggapai-ridho-orang-tua Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus. Jalan yang haq dalam menggapai ridha Alloh ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Alloh ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Perintah birrul walidain tercantum dalam [...] Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Alloh ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Alloh ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.


Perintah birrul walidain tercantum dalam surat An-Nisa:36, Alloh berfirman:

"Dan sembahlah Alloh dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri"

 

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Pahalanya

1. Adalah amal yang paling utama, sesuai sabda Rosululloh:

"Aku bertanya kepada Nabi tentang amaal-amal yang paling utama dan dicintai Alloh. Nabi menjawab, pertama sholawat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan sholat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Alloh (HR. Bukhori I/134, Muslim no 85)"

=====
2. Ridho Alloh tergantung kepada ridho orang tua, sesuai sabda Rosululloh:

"Ridho Alloh tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Alloh tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

3. Berbakti kepada orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yaitu dengan cara bertawasul dengan amal sholeh. Dalilnya adalah hadits riwayat dari Ibnu Umar mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawasul dengan bakti kepada ibu bapaknya. (HR Bukhori dalam Fathul Bari 4/449 no 2272, Muslim (2473)(100))

4. Akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur kita, sesuai sabda Nabi:

"Barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturrohmi" (HR Bukhori 7/7, Musilim 2557, Abu Dawud 1693)

5. Akan dimasukkan surga (jannah) oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Dosa-dosa yang Alloh segerakan adzabnya di dunia di antaranya adalah berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua.

Apakah yang harus dilakukan sebagi bakti kepada Orang Tua?

1. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi saw disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shodaqoh, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita

2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain.

3. Tawadhu (rendah diri). Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia.

4. Memberi infaq (shodaqoh) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua.

5. Mendoakan kedua orang tua. Sebagaimana ayat: (artinya) Wahai robb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya.

Apabila kedua orang tua telah meninggal, maka yang pertama kita lakukan adalah meminta ampun kepada Alloh Ta’ala dengan taubat nasuha (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup, yang kedua adalah menshalatkannya, ketiga adalah selalu meminta ampunan untuk keduanya, yang keempat membayarkan hutang-hutangnya, yang kelima melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at dan yang keenam menyambung tali silaturrohim kepada orang yang keduanyajuga pernah menyambungnya (diringkas dari beberapa hadits yang shohih).***

 

berbagai sumber

]]>