Setiap manusia pasti selalu menginginkan kehidupan yang baik, apakah itu kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat, ini dapat dilihat dari permintaan yang selalu kita ucapkan dalam doa- Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar -. Tetapi tentunya untuk meraih kebahagian hidup di dunia dan akhirat bukanlah tanpa usaha, ada syarat - syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat memperoleh keduanya.
Dalam QS Al Anfal: 24 Alloh memberikan salah satu jalan agar kebahagian yang ingin kita raih dapat terwujud. Dalam ayat tersebut Alloh menyeru orang beriman agar dapat menjadi manusia yang responsif setiap kali Alloh dan Rosul-Nya memanggil. Panggilan Alloh dan Rosul-Nya tentu dapat dipahami sebagai ketentuan - ketentuan yang Alloh perintahkan melalui Rasul-Nya.
Semua orang ingin hidup sehat karena menurut slogan pemerintah yang lagi gencar-gencarnya kampanye, SEHAT ITU GAYA HIDUP. Percuma kan punya uang banyak, punya makanan enak dan punya segalanya kalau badan sakit-sakitan. Kita jadi nggak bisa menikmatinya.
Sehat itu cantik, cantik itu indah. Wah, bahagia bener kalau kita bisa tetap seperti itu. Selain enak dipandang mata, enak juga dirasakan oleh tubuh kita sendiri. Dan yang terpenting, menjaga kebugaran tubuh adalah sebagian dari ibadah. Bukankah Allah lebih menyukai muslim yang kuat dan sehat daripada muslim yang lemah dan sakit-sakitan ? Dengan merawat tubuh dan kesehatan, kita berarti telah menunaikan hak tubuh yang dianugerahkan Allah pada kita. Ini adalah bentuk syukur kita pada-Nya. Berikut ada beberapa kiat menjaga kesehatan kita.
(read more ...)
Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, hal ini bisa membuat kita BT atau stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada kita di nomor duakan, hal ini juga bisa membuat BT, hal ini gampang cara mengatasinya...
(read more ...)
Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.
Jalan yang haq dalam menggapai ridha Alloh ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Alloh ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Perintah birrul walidain tercantum dalam surat An-Nisa:36, Alloh berfirman:
"Dan sembahlah Alloh dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri"
Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Pahalanya
1. Adalah amal yang paling utama, sesuai sabda Rosululloh:
"Aku bertanya kepada Nabi tentang amaal-amal yang paling utama dan dicintai Alloh. Nabi menjawab, pertama sholawat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan sholat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Alloh (HR. Bukhori I/134, Muslim no 85)"
(read more ...)

Seorang akhwat sejati bukanlah di lihat dari kecantikan paras wajahnya, tapi di lihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan di lihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi di lihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tapi dari keikhlasan ia memberi kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan di lihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
(read more ...)



